Tuesday, April 23, 2013

Pengaruh IT terhadap Organisasi

Perubahan dalam organisasi dapat membawa pengaruh yang positif dan negatif kaitan penjelasan anda dengan pengaruh IT kedalam organisasi, dan seorang manajer IT dalam mengelola perubahan
Perubahan yang positif bila dikaitan dengan adanya pengaruh dari IT didalam organisasi, bila organisasi mengeluarkan suatu output produk baru, maka dalam mensosialisasikan ke konsumen lebih cepat yaitu dalam memberikan dan mendapatkan informasi dari desakandesakan konsumen dengan mudah, lebih luas sebarannya, lebih lama penyimpannya (FileProduk), berperan sebagai konservatif untuk mendukung dalam organisasi. Perusahaan ini memilih menggunakan teknologi IT yang sudah terbukti dan matang, memegang peran yang kritis dan penting dalam organisasi. Perusahaan ini memilih menggunakan dan menginvestasikan pada teknologi IT terkini. Berperan sebagai inovator dalam bisnis. Perusahaan ini berkompetisi dalam dunia usaha yang sangat tergantung pada teknologi dan menggunakan IT sebagai alat dalam berkompetisi (competitive weapon). Kesimpulannya perubahan positif yang didapat oleh organisasi akibat dari pengaruh IT sangat mendongkrak citra, produk, imej dan apapun yang berhubungan dengan organisasi secara cepat dan singkat. Perubahan yang negatif bila dikaitan dengan adanya pengaruh dari IT didalam organisasi, pergeseran atau penggantian manusia (displacement, subtitution), misalnya fungsi otot-otot besar manusia yang di dalam pekerjaannya diganti oleh teknologi, sehingga manusia mengalami atrofi atau dapat pula otaknya digantikan sehingga terjadi atrofi mental. Bahkan mungkin seluruh fungsi manusia diganti oleh robot, sehingga tergeser dari pekerjaannya didalam struktur organisasi. Kebebasan terkekang, dalam banyak hal kita harus menyesuaikan diri dengan alat-alat dan sistem. Waktu mengatur pekerjaan kita meskipun bertentangan dengan kronobiologi atau irama biologi kita. Hasil pekerjaan yang utuh tidak bisa dinikmati, karena pekerjaan yang sudah terfragmentasi dan monoton. Informasi yang dapat diolah semakin banyak, tetapi saluran untuk mengungkapkan informasi tersebut semakin sedikit dikarenakan kendala dari dana organisasi.
Kepribadian terhimpit, karena pengaruh informasi yang sifatnya global maka manusia cenderung menjadi manusia yang terpengaruh oleh isue-isue global, sementara kultur, nilai-nilai lokal menjadi semakin terkikis, sehingga berdampak pada pekerjaan yang ada pada organisasi. Objektifitas manusia (dehumanisasi), manusia dianggap sebagai hal yang obyektif, diurai-urai hanya hal-hal yang dapat diukur atau dihitung saja, sedangkan yang lain dianggap periferal dan tidak menjadi pertimbangan dalam usaha-usaha pengembangan, pendidikan dan peningkatannya. Tentunya, masa depan organisasi semakin rumit untuk menyiapkan manusia-manusia yang sesuai dengan bidangnya.
Mentalitas teknologi, hal ini tercermin pada kepercayaan yang berlebihan pada alat (teknosentris), seolah-olah segala sesuatu dapat dipecahkan oleh teknologi dan sesuatu akan lebih meyakinkan kalau dilakukan dengan peralatan dan disertai angka-angka. Hal ini yang sudah biasa atau mudah diperhitungkan masih memerlukan bantuan penelitian eksperimen. Dari hasil eksperimen tentunya oragnisasi harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit dalam jangka pendek baik dalam pengadaan teknologi maupun eksperimen dilapangan. Penyeimbangan kembali yang tidak adaptif, dalam rangka mengembalikan keseimbangan


No comments:

Post a Comment

Kebahagiaan sejati bukanlah pada saat kita berhasil meraih apa yg kita perjuangkan, melainkan bagaimana kesuksesan kita itu memberi arti atau membahagiakan orang lain.