Saturday, April 19, 2014

Pengertian Bandwith dalam Penggunaan Internet


Mungkin kita semua sudah mendengar istilah “Bandwidth”. Dalam istilah sistem digital, bandwidth menunjukkan banyaknya data dalam bit per detik (bps), dan standar prefixes yang digunakan untuk menunjukkan nilai-nilai seperti seribu bps (Kbps), satu juta bps (Mbps) dan miliar bps (Gbps).
Jadi bandwidth adalah ukuran jumlah data yang dapat melakukan perjalanan lebih dari satu sistem komunikasi yang dialokasikan dalam rentang waktu. Mungkin disebut sebagai kecepatan data. Bandwidth juga memiliki arti bahwa semakin besar bandwidth, bisa menghasilkan komunikasi yang lebih cepat.
Dibawah ini saya sedikit menjelaskan Jenis Koneksi Internet yang ada serta besarnya bandwidth pada setiap koneksi tersebut.
Cable modem 
Cable modem adalah koneksi menggunakan modem yang memungkinkan sebuah PC untuk dapat mengakses internet menggunakan koneksi kabel televisi. Cable modem selalu terhubung. Cable modem mengkonversikan sinyal digital ke sinyal analog, dan mengkonversi semua sinyal yang masuk dari sinyal analog ke sinyal digital.
Digital subscriber line (DSL) 
DSL broadband merupakan teknologi digital yang menggunakan saluran telepon tembaga biasa untuk mengirim dan menerima data. DSL menggunakan kabel yang berbeda untuk data dan telephone, sehingga memungkinkan Anda untuk menggunakan saluran telepon dan data secara bersamaan tanpa mengalami gangguan. DSL selalu terhubung.
Integrated Services Digital Network (ISDN) 
ISDN adalah teknologi broadband yang menggunakan saluran telepon digital atau saluran telepon untuk mengirimkan data, video, dan suara. Pengguna dapat mengakses ISDN melalui sambungan dial-up. ISDN line terdiri dari dua saluran pada satu pasangan dari kawat, yang disebut saluran B, yang secara terpisah dapat mendukung kecepatan sampai dengan 64 Kbps. Saluran ini dapat dikombinasikan untuk memberikan efektif bandwidth 128 Kbps. ISDN line juga dilengkapi dengan kontrol saluran, yang disebut saluran D.
Regular telephone lines
Saluran telepon biasa adalah cara yang umum dan banyak digunakan untuk melakukan koneksi ke salah satu penyedia layanan Internet (ISP), menggunakan modem internal maupun eksternal yang mengkonversi data digital ke data analog. Jenis Modem ini hanya mampu mengirimkan data analog. Biasanya, bandwidth maksimum yang ditawarkan modem ini adalah 56 Kbps, namun rata-rata nilai yang sebenarnya akan cenderung setengah ini. Hal ini bahkan terlalu lambat untuk sebagian besar pengguna rumah, sehingga merupakan alasan utama mengapa teknologi seperti ISDN semakin populer.
Satellite access
Satelit akses menyediakan koneksi Internet berkecepatan tinggi dan lebih berguna jika digunakan pada daerah terpencil yang tidak bisa dilakukan dengan menggunakan kabel.
Wireless access 
Wireless Access banyak digunakan untuk perangkat komunikasi yang tidak memerlukan kabel. Akses nirkabel biasa digunakan untuk ponsel – seperti telepon selular – dan untuk akses internet di lokasi terpencil ketika transmisi menggunakan kabel mustahil untuk dilakukan. Koneksi ini tidak seperti menggunakan kabel data, karena memiliki biaya yang mahal, dan rentan terhadap faktor-faktor lingkungan.
Berikut ini contoh-contoh koneksi lain yang ada.
Asymmetric digital subscriber line (ADSL)
640 Kbps upstream dan up to 6.1 Mbps downstream
Asynchronous transfer mode (ATM) 25, 45, 155 or 622 Mbps
Used in LAN backbones
Ethernet 10 Mbps to 1 Gbps
Fiber distributed data interface (FDDI) 100 Mbps
Fractional T1 The number of channels of the T1 leased times 64 Kbps but less than full T1 (1.544 Mbps)
Enterprises who do not need the bandwidth of a full T1 line
Frame relay 56 Kbps to 45 Mbps
Corporate WANs – for businesses that need to communicate internationally
G.Lite (also known as DSL Lite) From 1.544 to 6 Mbps (upstream) and 128 to 384 Kbps (downstream)
GSM mobile telephone service 9.6 to 14.4 Kbps
Wireless technology used for mobile telephones
High-bit-rate DSL (HDSL) Up to 3 Mbps
Symmetric (equal upstream and downstream bandwidths) DSL technology, used to provide dedicated WAN links for businesses
Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) 802.11b (wireless) 5.5 Mbps or 11 Mbps
A popular wireless technology, widely used in wireless LANs (WLANs)
IEEE 802.11a (wireless) Up to 54 Mbps
Considered as the successor to 802.11b, but incompatible with it
Integrated services digital network DSL (IDSL) 128 Kbps
Home users who cannot use ADSL or HDSL
Integrated services digital network (ISDN) 64 Kbps to 128 Kbps
Home users and small enterprises
Regular telephone (POTS, plain old telephone service) Up to 56 Kbps
Uses a modem to connect a home to an ISP
Synchronous optical network (SONET) 51, 155, 622, 1244, or 2480 Mbps
Most suited for backbones, different set of SONET signaling rates represented by optical carrier (OC) levels, ranging from OC-1 (52 Mbps) to OC-256 (9.6 Gbps)
T1 1.544 Mbps
Connections between large companies and branch offices or an ISP
T3 45 Mbps
Corporations that transmit large amounts of data, and require the increased bandwidth
Token Ring 4 or 16 Mbps
Most suited for LANs, but eclipsed by Ethernet, considered a legacy technology
Very-high-rate DSL (VDSL) Up to 55 Mbps (upstream) and 2.3 Mbps (downstream) over short distances (less than a mile)
Emerging DSL technology
X.25 Up to 2 Mbps, but typically 64 Kbps
Communication between mainframes and “dumb” client terminals, largely replaced by other technologies, but still used in specialist financial application.

No comments :

Post a Comment

Kebahagiaan sejati bukanlah pada saat kita berhasil meraih apa yg kita perjuangkan, melainkan bagaimana kesuksesan kita itu memberi arti atau membahagiakan orang lain.

Follower

Google+ Followers

Translator

English French German Japanese Korean Chinese Russian Spanish
India Saudi Arabia Netherland Portugal Italian Philippines Ukraina Norwegia
Powered by
Widget translator