Wednesday, June 5, 2013

Bahaya dan Effect Suntik Vitamin C

suntik vitamin c
Menjadi cantik itu mahal, hal ini yang selalu dikatakan banyak orang, yang selalu melakukan banyak cara untuk menjadi cantik. Banyak cara untuk mencapai kata cantik bagi wanita, seperti sedot lemak, botok, operasi pelastik, dll. Salah satu cara yang saat ini sangat populer adalah suntik vitamin C.
Indonesia memang sangat membebaskan mekanisme cantik melalui suntik vitamin C ini. Tidak hanya boleh dilakukan di rumah sakit atau klinik kecantikan, bahka suntik vitamin C juga banyak dilakukan di salon-salon kecantikan, yang dilakukan bukan oleh ahlinya. Hal ini menjadi sangat laris terutama karena, efek pemutihan pada kulit yang muncul setelah dilakukan penyuntikka, memuaskan para pelanggan. Belum lagi karena efek energi atau stamina plus yang terjadi.

Vitamin C Cukup Didapat Dari Sayuran dan Buah

Jika Anda tidak benar-benar membutuhkan vitamin C megadosis, maka lebih baik Anda tidak perlu melakukan suntik vitamin C. Karena, hal ini justru memperberat kerja dari ginjal saja. Berdasarkan data FDA, manusia cukup mengkonsumsi 45-90 mg vitamin C setiap hari, dan ini bisa diperoleh dari buah dan sayuran. Sedangkan, dosis yang tercantum dalam suntikan vitamin C bisa mencapai 500 mg-4000 mg.
Apakah dalam sekali suntikan, efek pemutihan pada kulit akan sempurna? Tidak, Anda bahkan harus melakukan suntik vitamin C sebanyak 5-6 kali. Hal ini ternyu berisiko pada ginjal Anda. Negara-negara maju, sangat tidak merekomendasikan melakukan suntik vitamin C, terkecuali untuk kebutuhan yang diperlukan, seperti defisiensi vitamin C kronis. Beberapa rumah sakit menggunakannya untuk membantu pasien kanker.
Anda hanya perlu mengkonsumsi buah dan sayur untuk memenuhi kebutuhan vitamin C anda dalam sehari, sedang untuk kulit, Anda bisa menggunakan kosmetik yang sudah teregritasi dan melakukan perawatan kulit seperti biasanya.

Jika Anda Tetap Memilih Suntik Vitamin C

Walaupun sangat tidak dianjurkan, namun jika Anda tetap memilih melakukan sunti vitamin C, ada baiknya Anda cermat dan mengetahui apa yang sebaiknya dilakukan, sebelum membeli suntikan vitamin C.
Memastikan bahwa Anda tidak punya masalah dengan penyakit maag, sangat penting untuk dilakukan. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakan ginjal Anda dalam keadaan yang baik.
Memilih orang yang akan membantu Anda menyuntikan vitamin C ke pembuluh darah Anda juga sangat diperlukan. Sebaiknya Anda melakukannya di dokter kulit, yang sudah sering melakukannya. Hindari melakukan suntik vitamin C di salon-salon kecantikan. Karena, jika terjadi apa-apa dengan Anda, maka Anda sulit untuk membela diri.
Beberapa orang sering merasakan kembung atau juga diare setelah penyuntikan, jika hal ini membuat Anda terganggu ada baiknya Anda menghubungi ahli kesehatan. Hal ini juga termasuk, jika dikemudian hari Anda mengalami gangguan seperti batu ginjal, mungkin suntik vitamin C harus dihentikan.
Ternyata efek samping suntik vitamin C memang ada. Karena ada proses yang disingkat untuk masuknya vitamin C ke dalam tubuh, yaitu proses penyerapan pencernaan makanan yang mengandung vitamin C diusus. Sehingga tubuh sendiri yang paham berapa persen seharusnya dari makanan tersebut vitamin C yang harusnya dipenuhi di hari itu. Dengan suntik dimana langsung masuk ke pembuluh darah, berarti mau tidak mau tubuh menerima vitamin C tersebut seluruhnya. Walau tetap bisa dikeluarkan melalui urin, tapi berlebihan vitamin C pun tidaklah baik. Artikel ini akan membahas tentang efek samping injeksi vitamin C.
Memperberat Kerja Hati dan Ginjal
Tentu saja dengan suntik vitamin C dapat memperberat kerja hati dan ginjal. Karena umumnya, vitamin C itu larut dalam air. Dan suntik vitamin C memiliki dosis tinggi sampai 4 gram per suntikannya. Ini jauh berkali-kali lipat berbahaya dibandingkan mengkonsumsi vitamin C suplemen yang banyak beredar hanya 1000 mg per sekali asupannya atau setara 1 gram. Sehingga untuk mengeluarkan kelebihan vitamin C yang ada, ginjal bekerja lebih berat untuk mengeluarkannya dengan bantuan cairan dalam tubuh. Hati dan ginjal menjadi berat apabila suntik vitamin C ini dilakukan lebih sering dari anjurannya. Untuk anjuran biasanya penyuntikan seminggu sekali.
Apalagi diperparah dengan kondisi suntikan itu sendiri. Karena dosis, merek, pabrikan, kemasan, bentuk suntikan juga mempengaruhi adanya efek samping yang dapat memperburuk keadaan seseorang. Seseorang tidak akan sadar ginjalnya rusak karena ginjal dan hati bekerja berat mengeluarkan vitamin C melalui urin dan menawarkan tubuh yang keracunan vitamin C. Untuk itu konsultasikanlah lagi sebelum organ ginjal dan hati Anda rusak dengan alasan mendapatkan kesehatan dengan cara yang tidak dianjurkan.
Menopause Dini Akibat Suntik Vitamin C
Suntik vitamin C ini lebih diminati oleh kalangan perempuan dewasa. Para wanita ini lebih memilih suntik vitamin C karena mampu membuat kulit tampak lebih cerah dan kencang. Pendapat yang salah adalah dengan semakin banyak menyuntikkan vitamin C ke dalam tubuh, maka kulit cerah akan mudah didapatkan. Memang benar suntik vitamin C mampu menghambat pembentukan pigmen dalam kulit. Tapi tidak berarti pigmen kulit tidak terbentuk, hanya melambat saja. Kolagen kulit juga mampu lebih erat dengan adanya vitamin C dalam tubuh sehingga kulit lebih kenyal dan lentur serta tidak kering.
Ternyata suntik vitamin C ini juga mampu mempercepat menopause pada wanita. Alasan mendapatkan kulit cantik tapi malah mengalami menopause dini. Hal ini dikhawatirkan karena menopause adalah proses wanita tidak lagi menstruasi. Dengan demikian masa kehamilan/subur menurut usia tidak lagi dapat diterka. Usia menopause biasanya menginjak 50 tahun, sehingga dengan banyaknya penggunaan suntik vitamin C ini menopause bisa lebih cepat ke usia sekitar 40 tahunan. Gejalanya adalah menstruasi tidak teratur, dan cenderung singkat, tidak sampai 5 hari atau seminggu pada menstruasi yang normal. Bahkan bisa terjadi menopause dini ini di usia 35 tahun. Perhatikan lagi, bahwa usia subur kehamilan itu lebih utama dibandingkan hanya ingin terlihat cantik dengan suntik vitamin C. Karena jelas suntik vitamin C tidaklah bisa mengubah warna dasar kulit dari yang sawo matang menjadi seperti putih-putih cina. Lebih baik dipikirkan dulu.
Penderita Batu Ginjal, Kelebihan Zat Besi, dan Penyakit Maag
Vitamin C berlebihan dalam suntik vitamin C tidak hanya bekerja pada kulit saja. Tapi untuk seluruh tubuh. Yang berarti pada lambung pun akan terkena dampak efek kelebihan vitamin C ini. Vitamin C bersifat asam dan saat lambung sangat bersifat asam karena adanya tambahan vitamin C pada lambung maka penyakit maag bisa lebih sering terjadi jika sedikit saja waktu makan terlewati. Kemudian vitamin C ini mampu menyerap zat besi lebih banyak dan optimal sehingga seseorang pun bisa mengalami kelebihan zat besi. Kemudian pada mereka yang mempunyai masalah pada ginjal dimana adanya endapan vitamin C pada ginjal yang tidak terbuang bersama urin bisa menjadi sebab terjadinya kristalisasi dan akibatnya batu ginjal. Suntikan vitamin C ini berarti berlebihnya vitamin C dalam tubuh yang dapat juga memicu pengeroposan dan penipisan tulang.
Mengurangi Efek Samping dengan Banyak Minum Air Putih
Dengan banyak meminum air putih maka vitamin C yang telah terendap dalam ginjal dan hati bisa segera dicairkan lagi. Karena vitamin C larut dalam air. Sehingga memperbanyak minum air putih akan segera mengeluarkan vitamin C melalui urin. Memang nantinya akan terjadi banyak pengeluaran urin tapi itu lebih baik dibandingkan Anda harus mempertaruhkan kesehatan ginjal Anda. Setelah beberapa waktu dengan banyak meminum air putih tidak dapat mengurangi gejala lebih banyak vitamin C maka ada baiknya Anda langsung memeriksakan ke dokter dan menceritakan dengan runut tindakan apa saja yang telah Anda lakukan untuk mengurangi efek samping akibat penggunaan vitamin C berlebihan dari suntik vitamin C ini.

No comments :

Post a Comment

Kebahagiaan sejati bukanlah pada saat kita berhasil meraih apa yg kita perjuangkan, melainkan bagaimana kesuksesan kita itu memberi arti atau membahagiakan orang lain.

Follower

Google+ Followers

Translator

English French German Japanese Korean Chinese Russian Spanish
India Saudi Arabia Netherland Portugal Italian Philippines Ukraina Norwegia
Powered by
Widget translator