Wednesday, May 15, 2013

Story of Mantan Terindah


“I love you without knowing how, or when, or from where. I love you simply, without problems or pride: I love you in this way because I do not know any other way to loving you"


Bagaimana aku mencoba untuk melupakan ia yang kucintai, ia yang memberikan ku sejuta kenangan indah dan juga beberapa kenangan pahit yang tertutup oleh besarnya rasa sayangku kepadanya. Tepat akhir bulan September 2009 yaitu tanggal 26 aku masih bersama, pada saat malam minggu itu. Namun tepat sebelum kami janjian untuk keluar bareng, hati ku bergejolak kencang dan merasakan akan terjadi hal yang tidak mengenakan, namun tidak kuhiraukan.
Akhirnya kami ketemuan dan jalan pada malam itu dan ternyata ada masalah sepele yang membuat malam itu pacarku marah. Dia ingin bermain DDR (Dance-Dance Revolution) tapi karna sudah malam nyatanya aku harus pulang. Dan cuaca diluar juga tidak mendukung waktu itu hujan lebat, namun karna aku tidak ingin menunggu hingga larut malam. Aku bersikeras ingin pulang dan akhirnya kami pulang hujan-hujan’an. Dan mungkin karna gengsi dan akhirnya dia marah dan kaemi akhirnya putus.
Pada malam itu merupakan malam terburuk yang pernah ku alami, aku menangis dan tak tahu harus bagaimana. Seminggu berlalu seperti itu setiap malam menangisi hal yang seharusnya kupedulikan yaitu perasaan tidak enak sebelum waktu malam itu kami putus. Dan akhirnya ada jawaban dari semua itu tepat tanggal 3Oktober 2009 dia mengajak ku ketemuan dirumah temannya yang sedang pergi, dan akhirnya kami ketemuan seminggu setelah kejadian buruk malam itu. Kami bercerita dan saling melepas kerinduan dan sampai satu titik pembicaraan serius, dia mengatakan bahwa kita memiliki satu perbedaan yang susah untuk disatukan yaitu agama, orang tua kita sama-sama fanatik. Ia memiliki agama katolik dan aku beragama islam. Singkat cerita waktu itu kami memutarkan satu lagu kenangan yaitu “Cinta Pertama dan Terakhirku” diputar terus menerus hingga pada akhirnya kami berdua menangis. Memont perpisahan yang terlalu menyedihkan. Sambil berpegangan tangan dan akhirnya kami berpisah.
Selama satu bulan aku menangis karna berpisah dengannya, seperti orang gila dia terlalu memberikan banyak kenangan bersama. Bagiku dia adalah pacar dan cinta pertamaku. Dan waktu pun berlalu dan berlalu tapi hingga detik ini aku belum menemukan orang sepertinya. Selama 4 tahun menjomblo dan susah untuk melepaskannya walaupun ku tahui dia udah memiliki orang yang diacintainya.  Dan Selama  4tahun lebih pula dia selalu datang dalam mimpi ku entah pertanda apakah itu.
Tepat tanggal 25 April 2013 aku memiliki pacar yang ku harap dapat menggantikan posisi mantan terindah ku itu. Tapi ternyata sia-sia tetap saja dia masih muncul dalam mimpi ku dan tepat hari ini tanggal 15 Mei 2013 aku menangis ketika melihat fotonya berada di facebook dan setelah melihat dia menjalin hubungan dengan seorang wanita dengan beda agama. Kenapa rasa hati ini tidak rela, kenapa rasa hati ini tersayat. Dan menangis ku karena hal seperti itu rasanya agak aneh. Padahal sebelumnya dia memiliki pacar seagama dan aku tidak begitu mempermasalahkan.  Walaupun begitu aku tetap bersyukur bahwa hubungan ku dan dia masih dipersatukan dengan hubungan “Teman”. Apakah aku jahat masih memikirkannya padahal aku sudah memiliki orang lain yang sangat menyanyangi ku. Jawabannya pasti iya, dan  apakah aku harus merelakannya atau aku harus meninggalkan pacarku sampai aku benar-benar bisa merelakan mantan terindahku itu?

Note : Cinta bermula dari Yahoo Messanger kemudian ketemuan dan jadian tanggal 1 January 2009 berakhir pada tanggal 3 Oktober 2009


                                                                                                                                     

No comments :

Post a Comment

Kebahagiaan sejati bukanlah pada saat kita berhasil meraih apa yg kita perjuangkan, melainkan bagaimana kesuksesan kita itu memberi arti atau membahagiakan orang lain.

Follower

Google+ Followers

Translator

English French German Japanese Korean Chinese Russian Spanish
India Saudi Arabia Netherland Portugal Italian Philippines Ukraina Norwegia
Powered by
Widget translator