Sunday, April 14, 2013

Jenis - Jenis Diagaram UML

UML itu singkatan dari Unified Modelling Language. Sesuai dengan kata terakhir dari kepanjangannya, UML itu adalah salah satu bentuk language atau bahasa. Menurut pencetusnya, UML di definisikan sebagai bahasa visual untuk menjelaskan, memberikan spesifikasi, merancang, membuat model, dan mendokumentasikan aspek-aspek dari sebuah system.
Karena tergolong bahasa visual, UML lebih mengedepankan penggunaan diagram untuk menggambarkan aspek dari system yang sedang dimodelkan. Memahami UML itu sebagai bahasa visual itu penting, karena penekanan tersebut membedakannya dengan bahasa pemrograman yang lebih dekat ke mesin. Bahasa visual lebih dekat ke mental model pikiran kita, sehingga pemodelan menggunakan bahasa visual bisa lebih mudah dan lebih cepat dipahami dibandingkan apabila dituliskan dalam sebuah bahasa pemrograman.
Sebenernya hampir semua disiplin ilmu memiliki notasi, cara, atau bahasa dalam memodelkan problem dengan notasi diagram yang visual. Ambil contoh dibidang elektro, untuk menggambarkan sebuah system radio, insinyur-insinyur menggunakan diagram sirkuit kelistrikan yang sudah didefinisikan dengan jelas. Dengan diagram sirkuit ini, insinyur elektro bisa mengkomunikasikan komponen-komponen apa saja yang terdapat dalam sebuah system radio kepada insinyur elektro yang lain atau kepada teknisi.

UML adalah salah satu bentuk notasi atau bahasa yang sama yang digunakan oleh professional dibidang software untuk menggambarkan atau memodelkan sebuah system software. Sebelumnya ada banyak notasi atau bahasa lain untuk mencapai keperluan yang sama misalnya DFD (Data Flow Diagram) dan Booch Diagram. Tetapi sejak matang dan populernya teknologi pemrograman, perancangan, dan analisis berorientasi object, UML telah menjadi de facto standard language.
Apa saja yang bisa digambarkan / dimodelkan oleh UML? Sesuai dengan kata pertama dari kepanjangannya, UML mencoba untuk mendeskripsikan pemodelan sebuah system dari segala aspek: pemodelan struktur (aspek statis), pemodelan perilaku (aspek dinamis), dan pemodelan arsitektur. Gambar berikut menunjukan taksonomi pendiagraman UML.
Secara detail UML tidak akan dibahas dalam posting ini, tetapi kita akan banyak menggunakannya dalam pembahasan-pembahasan selanjutnya. Jadi sambil melakukan pemodelan, dijelaskan juga dengan notasi UML yang cocok dengan konteks pemodelan yang dilakukan.

UML membantu system developer dan software developer dalam menyelesaikan tugas-tugas berikut:
  • Specification (merancang spesifikasi dari system atau software)
  • Visualization (memvisualisasikan system atau software)
  • Architecture Design (desain arsitektur system atau software)
  • Construction (konstruksi system atau software )
  • Simulation and Testing (melakukan simulasi dan percobaan terhadap system atau software)
  • Documentation (membuat dokumentasi dari system atau software)
Ada tiga cara dalam memakai UML dalam melakukan pemodelan system:
1. UML sebagai sketsa UML digambarkan dalam sketsa coretan-coretan dalam kertas atau whitboard secara tidak formal. Biasanya digunakan dalam sesi diskusi tim untuk membahas aspek tertentu dalam tahap analisis dan perancangan.
2. UML sebagai blueprint system
Seperti diagram kelistrikan adalah blueprint dari komponen atau produk yang akan dihasilkan, UML juga bisa menggambarkan blueprint yang identik untuk sebuah system software.

3. UML sebagai bahasa pemrograman UML berfungsi sebagai bahasa pemrograman mencoba melakukan semuanya dengan UML sampai kepada produk jadinya. Analisis dan perancangan dilakukan dengan diagram-diagram yang ada dalam UML, sementara sebuah tool atau generator bisa menghasilkan produk akhir dari diagram-diagram ini.
Saat ini UML paling banyak digunakan dengan cara pertama dan kedua. Khusus dalam metode agile (cepat dan ringan), UML digunakan dengan cara pertama.

Tujuan Penggunaan UML
1. memberikan bahasa pemodelan yang bebas dari berbagai bahasa pemrograman dan    
     Proses rekayasa.
2. Menyatukan praktek-praktek terbaik yang terdapat dalam pemodelan.
3. memberikan model yang siap pakai, bahasa pemodelan visual yang ekspresif untuk  
    Mengembangkan dan saling menukar model dengan mudah dan mengerti secara umum.
4 .UML bisa juga berfungsi sebagai sebuah (blue print) cetak biru karena sangat lengkap
    Dan detail,Dengan cetak biru ini maka akan bisa diketahui informasi secara detail tentang
    Coding program atau bajkan membaca program dan menginterprestasikan kembali ke
    Dalam bentuk diagram.
 
PENGENALAN DIAGRAM UML
1.COMPOSITE STRUCTURE  DIAGRAM
UML 2.0 menyediakan diagram baru ketika struktur internal dari kelas bersifat kompleks maka disediakan composite structure diagram. Diagram struktur komposit ini digunakan untuk model hubungan antara bagian-bagian dari sebuah kelas. Sebagai contoh, ketika pemodelan pendaftaran penggajian, analis mungkin ingin kelas yang mewakili seluruh laporan serta kelas-kelas yang mewakili header, footer, dan garis-garis detail laporan. Dalam sebuah diagram kelas standar, ini akan membutuhkan analis untuk memodelkan pendaftaran penggajian menjadi empat kelas terpisah yang memiliki hubungan, kemudian menghubungkan mereka bersama-sama. Sebaliknya, diagram struktur komposit akan berisi tiga subclass: header, footer, dan garis detail. Diagram struktur komposit juga berguna ketika dilakukan pemodelan struktur internal komponen untuk sistem berbasis komponen. Seringkali, diagram struktur komposit merupakan mekanisme pemodelan yang kurang efektif karena pemodelan juga bisa dilakukan dengan mengkomunikasikan penggunaan paket dan diagram paket. Karena ketidakefektifan ini, dan karena kita tidak mencakup pengembangan sistem berbasis komponen.
 

2.DEPLOYMENT DIAGRAM

Deployment diagram digunakan untuk mewakili hubungan antara komponen-komponen hardware yang digunakan dalam infrastruktur fisik sistem informasi. Misalnya, ketika merancang suatu sistem informasi terdistribusi yang akan menggunakan jaringan luas, diagram penyebaran dapat digunakan untuk menunjukkan hubungan komunikasi antara node yang berbeda dalam jaringan. Mereka juga dapat digunakan untuk mewakili komponen perangkat lunak dan bagaimana mereka ditempatkan di atas arsitektur fisik atau infrastruktur sistem informasi. Dalam hal ini, diagram penyebaran merupakan lingkungan pelaksanaan perangkat lunak.



3.OBJECT DIAGRAM

Object diagram sangat mirip dengan diagram kelas. Perbedaan utama adalah bahwa diagram objek menggambarkan objek dan hubungan mereka. Tujuan utama dari diagram objek adalah untuk memungkinkan analis untuk mengungkap rincian tambahan kelas. Dalam beberapa kasus, penyataan variabel dari sebuah class diagram dapat membantu pengguna atau analis dalam menemukan atribut tambahan yang relevan, hubungan, dan atau operasi, atau mungkin menemukan bahwa beberapa atribut, hubungan, atau operasi yang salah tempat. 


4.ACTIVITY DIAGRAM
Activity diagram menyediakan analis dengan kemampuan untuk memodelkan proses dalam suatu sistem informasi. Activity diagram dapat digunakan untuk alur kerja model, use case individual, atau logika keputusan yang terkandung dalam metode individual3. Activity diagram juga menyediakan pendekatan untuk proses pemodelan paralel. Activity diagram lebih lanjut  Bagi mereka yang akrab dengan analisis dan desain struktur tradisional, diagram aktifitas menggabungkan ide-ide yang mendasari diagram alir data dan diagram alur sistem. Pada dasarnya, diagram aktifitas canggih dan merupakan diagram aliran data yang terbaru. Secara teknis, diagram aktivitas menggabungkan ide-ide proses pemodelan dengan teknik yang berbeda termasuk model acara, statecharts, dan Petri Nets. Namun, diagram aktifitas UML 2.0 lebih umum menggunakan Petri Nets daripada teknik pemodelan proses lainnya. Untuk penjelasan penggunaan Petri Nets dengan model alur kerja bisnis dapat dilihat di Wil van der Aalst and Kees van Hee, Workflow Management: Model, Metode, and System (Cambridge, MA: MIT Press, 2002).
5.PACKAGE DIAGRAM

Package diagram utamanya digunakan untuk mengelompokkan elemen diagram UML yang berlainan secara bersama-sama ke dalam tingkat pembangunan yang lebih tinggi yaitu berupa sebuah paket. Diagram paket pada dasarnya adalah diagram kelas yang hanya menampilkan paket, disamping kelas, dan hubungan ketergantungan, disamping hubungan khas yang ditampilkan pada diagram kelas. Sebagai contoh, jika kita memiliki sistem pendaftaran untuk kantor dokter, mungkin masuk akal untuk kelompok kelas pasien dengan kelas sejarah medis pasien bersama-sama untuk membentuk paket kelas pasien. Selain itu, dapat berguna untuk membuat paket perawatan yang mengandung gejala penyakit, penyakit, dan obat-obatan khas yang diresepkan untuk mereka. 

6.INTERACTION OVERVIEW
Interaction Overview menunjukan layout dari activity diagram untuk memodelkan alur dari logic dalam sekumpulan interaksi.

7.TIMING DIAGRAM
  Timing Diagram perubahan statis yang menekankan pada waktu sebenarnya. Diagram Timing adalah untuk interaksi antar objek,penekanan pada timing.

 
 
8.USE CASE DIAGRAM
Use case diagram memungkinkan analis untuk memodelkan interaksi antara sistem informasi dan lingkungannya. Lingkungan sistem informasi akan mencakup baik pengguna akhir dan setiap sistem eksternal yang berinteraksi dengan sistem informasi. Penggunaan utama dari diagram use case adalah untuk menyediakan sarana dalam mendokumentasikan dan memahami persyaratan sistem informasi yang sedang berkembang. Use case dan diagram use case adalah beberapa alat yang paling penting untuk digunakan dalam analisis dan desain sistem berorientasi objek. 

9.STATE MACHINES DIAGRAM
Statechart diagram digunakan untuk memodelkan perilaku dinamis satu kelas atau objek. Statechart diagram memperlihatkan urutan keadaan sesaat (state) yang dilalui sebuah objek, Kejadian yang menyebabkan sebuah transisi dari suatu state atau aktivitas kepada yang lainnya.Statechart diagram khusus digunakan untuk memodelkan tahap-tahap diskrit dari sebuah siklus hidup objek,sedangkan Activity diagram paling cocok untuk memodelkan urutan aktifitas dalam suatu proses. 


10.SEQUENCE DIAGRAM
Sequence diagram menjelaskan interaksi objek yang disusun berdasarkan urutan waktu. Secara mudahnya sequence diagram adalah gambaran tahap demi tahap yang seharusnya dilakukan untuk menghasilkan sesuatu sesuai dengan use case diagram.


11.COMMUNICATION DIAGRAM
   Communication diagram adalah memfokuskan pada komunikasi yang berhubungan dengan struktur dari objek yang terlibat dalam suatu tugas. Communication diagram bersama dengan sequence diagram adalah termasuk dalam diagram interaksi.


12.CLASS DIAGRAM
 Tujuan utama dari class diagram adalah untuk menciptakan sebuah kosa kata yang digunakan oleh analis dan pengguna. Diagram kelas biasanya merupakan hal-hal, ide-ide atau konsep yang terkandung dalam aplikasi. Misalnya, jika anda sedang membangun sebuah aplikasi penggajian, diagram kelas mungkin akan berisi kelas yang mewakili hal-hal seperti karyawan, cek, dan pendaftaran gaji. Diagram kelas juga akan menggambarkan hubungan antara kelas. 


13.COMPONENT DIAGRAM
     Component diagram memungkinkan desainer untuk memodelkan hubungan fisik antara modul fisik dari kode. Diagram ini bila dikombinasikan dengan diagram penyebaran dapat digunakan untuk menggambarkan distribusi fisik dari modul perangkat lunak melalui jaringan. Misalnya, ketika merancang sistem client-server, hal ini berguna untuk menunjukkan mana kelas atau paket kelas akan berada pada node klien dan mana yang akan berada di server. Diagram komponen juga dapat berguna dalam merancang dan mengembangkan sistem berbasis komponen. Karena bab ini berfokus pada analisis sistem berorientasi objek dan desain, kita tidak akan membahas lebih lanjut menggunakan diagram komponen.

No comments :

Post a Comment

Jangan Lupa Like Fan Page nya yah :)

Follower

Google+ Followers

Translator

English French German Japanese Korean Chinese Russian Spanish
India Saudi Arabia Netherland Portugal Italian Philippines Ukraina Norwegia
Powered by
Widget translator